Rokok Putih sebagai Identitas dan Pembeda pada Awal Abad Ke-20

Pada akhir abad ke-18 merokok telah menjadi salah satu kebutuhan primer di kalangan masyarakat Jawa, tidak ubahnya seperti kebiasaan makan sirih pada periode sebelumnya. Merokok bukan lagi sebagai kesenangan pribadi dan sebagai hidangan penting yang disajikan kepada para tamu, tak ubahnya dengan buah pinang dan sirih, melainkan telah menjadi sebuah gaya hidup baru. Merokok didentikkan dengan gaya hidup modern, sedang mengunyah daun sirih identik dengan gaya hidup tradisional. Selama abad kesembilan belas, mereka yang ingin mengikuti gaya “modern” memilih untuk membeli rokok impor, terutama rokok putih[1]. Lanjutkan membaca “Rokok Putih sebagai Identitas dan Pembeda pada Awal Abad Ke-20”

Iklan