Kenapa Tidak Engkau Katakan Sedari Dulu? (6)

Flik berupaya kembali membuka ingatan yang ia rawat selama ini. Kotak pandora yang sedianya ia tutupi, kini dibiarkan terbuka kembali. Sederetan memori ihwal Odessa si Bunga Matahari, beterbangan menghirup segarnya udara bebas. Ia mengucap lirih pada dirinya sendiri. “Odessa, engkau tidak salah apabila memilih bersama pria yang telah mapan. Namun, mengapa engkau tidak katakan sejak awal? Kenapa engkau baru katakan sekarang, pasca dekatnya hubungan kita beserta lamanya waktu yang kita habiskan bersama? Aku yakin kamu sangat sadar tentang kriteria pria yang boleh singgah di hatimu. Tapi, sekali lagi kutanya padamu, kenapa sebelumnya engkau justru memilih pria yang belum mapan untuk membersamai dirimu? Odessa, mungkin mudah bagimu mengucap kata-kata itu, mudah bagimu mengalihkan pendulum dari sisi yang satu ke sisi yang lain. Tapi pernahkah terbesit dalam benakmu tentang perasaanku? Hancur Odessa! Sekiranya kamu katakan sejak awal, mungkin sekarang aku tidak akan jatuh tersungkur ke tanah. Kamu juga tidak akan divonis sebagai wanita pemberi harapan palsu. Kini, belum terlambat bagimu untuk belajar menghargai perasaan orang lain.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s