Bunga Matahari “Si Pemberi Harapan Palsu” (4)

Di ambang fajar keesokan harinya, ingatan lelaki ber-bandana biru itu seakan meluncur jauh ke belakang, bagai busur panah yang ditarik mundur. Pandangannya tertumbuk pada sekumpulan bunga matahari yang kelopaknya tertutupi gelapnya langit dini hari. Masa lalunya yang terbentang jauh di belakang, serta kejadian di masa kini yang telah lama bercokol dalam setiap nafasnya, tak lekas membuat Flik lupa. Memori indah yang ia pahat bersama Odessa sudah kadung menubuh pada dirinya. Flik ingat betul bagaimana Odessa mengucapkan sejumlah janji dan harapan kepadanya, kendati ia sendiri acap bingung mencerna tindakan Odessa yang tega mengingkari itu semua. Bila sudah begitu, Flik sah-sah saja menyematkan julukan “si pemberi harapan palsu” kepada Odessa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s