Bagai Bunga Matahari yang Senantiasa Ingkar Janji (3)

Odessa: “Maafkan aku Flik. Aku pikir sudah waktunya kita untuk berpisah.”

Flik: “Maksudnya?”

Odessa: “Kita tak mungkin bersama (lagi).”

Flik: “Kenapa begitu Odessa?”

Odessa: “Hatiku telah condong kepada seorang laki-laki yang mampu memberiku kejelasan dari segi materi, dimana kamu tidak bisa menjanjikannya.”

Flik. “Tunggu dulu Odessa. Apakah kamu telah lupa dengan janjimu dulu? Kamu meyakinkanku bahwa kita berdua akan berjuang bersama-sama, berjuang mulai dari nol. Kamu juga dengan tegas mengatakan bahwa akan hidup bersamaku dalam kondisi apapun, baik senang maupun susah.

Odessa: “Tolong Flik, berpikirlah realistis. Hidup ini terasa berat bila kita tidak memiliki pegangan apapun. Memang harta bukanlah segalanya. Namun, harta merupakan salah satu kepastian yang dibutuhkan oleh seorang wanita. Dan kamu gagal memberikannya.”

Flik: “Odessa, dengarkan aku baik-baik. Aku akan berjuang demi kamu. Aku akan berupaya membahagiakanmu meski dalam kondisi kantong sakuku yang sedikit. Tapi aku mohon kepadamu. Pada tahap awal pernikahan kita kelak, tolong jangan meminta di luar batas kemampuanku. Bukan aku tak mau, melainkan saat ini aku hanya mampu memberimu sebatas tingkat keuanganku. Janjiku padamu Odessa, di suatu hari nanti, semua yang kamu minta akan aku penuhi.”

Odessa: “Sekali lagi keputusanku telah bulat, Flik. Bukankah lumrah bila seseorang melemparkan sejumlah janji kepada pasangannya? Tolong anggap itu sebagai sebuah kewajaran. Tidak semua janji harus ditepati Flik, kamu harus sadar akan hal itu. Realitas bukan diukur berdasarkan sejumlah janji, melainkan sebuah materi.”

Bersamaan dengan itu, tiba-tiba turun hujan di taman bunga matahari di Kuskus, sebuah kota di tepian sungai Dunan, di jantung Republik Dunan. Langit malam itu seakan tahu apa yang tengah terjadi. Meski tidak berdarah, tetapi satu hal yang pasti, hati Flik terasa nyeri ketika janji itu hanya menguap tak bersisa lagi.  Kini, bunga matahari telah mengingkari janji yang ia buat sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s