Bunga Matahari yang Melukai (2)

Masih di waktu yang sama di Ibukota Konfederasi Zexen. “Flik, aku sengaja datang untuk memberimu hadiah ini, sebuah bunga matahari yang cantik nan indah” ujar Nina bersemangat. Dengan pandangan datar, Flik menimpali, “Maafkan aku Nina, aku tak mencintai (lagi) bunga jenis itu. Biarpun bunga matahari tak berduri, tetapi ia mampu untuk melukai. Kini, aku lebih menyukai bunga mawar. Kendati berduri, luka yang ditimbulkannya tak sedahsyat bunga matahari.” “Kenapa begitu Flik?” tanya Nina penasaran. Sang waktu agaknya mengajak keduanya kembali ke masa lalu layaknya busur panah yang dibentangkan ke arah sebaliknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s