Kau Bawa Hatiku Pergi (1)

Odessa wasn’t just my lover. To me, she was the only person I ever really looked up to. She taught me a whole new way of thinking, a whole new way of looking at life. She’s the reason I became the man I am today. So it’s not that I can’t forget her. I don’t want to forget her.

Sore yang cerah itu, tampak Flik “si kilat biru” –begitulah orang-orang menyebutnya– duduk termenung lesu di pinggiran dermaga Vinay del Zexay. Kota pelabuhan yang diapit oleh sejumlah bangunan bercita rasa abad pertengahan mengantarkan Flik mengingat sepucuk kisah yang tertanam di gudang penyimpanan memorinya. Ya, sebuah ingatan indah sekaligus terselip di dalamnya rasa kekecewaan yang amat dalam. Hati yang menelurkan berbagai kenangan dalam perjalanan sejarah hidupnya kini telah dibawa pergi. Biarkanlah semilir angin senja di Ibukota negara Zexen itu mengantarkannya menyelusuri ruas jalan masa lalunya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s