Kerikil-Kerikil Kecil Yang Terbuang (Potret Buram Anak Jalanan)

Kehadiran anak jalanan menambah semrawutnya pemandangan kota Solo. Warna-warni kehidupan yang begitu buram dan penampilan yang kurang sedap dipandang, sehingga membuat kita enggan menatapnya lebih lama.

Sungguh pemandangan yang tidak apik ketika para anak jalanan menyanyi kecil atau sekadar menegadahkan tangan di lampu lalu lintas, menanti para pemakai kendaraan yang akan berbelas kasihan dan memberinya recehan sekadarnya.

Pemandangan yang juga tak jauh berbeda ketika ada anak-anak yang meminta-minta di sebuah pemakaman. Mengharap belas kasihan para peziarah yang datang.

Permasalahan anak jalanan ini harus segera diselesaikan karena dibarengi dengan tingkah polah mereka yang bebas dan tak beraturan.

Banyak alasan mereka rela tinggal tak tetap dan bersahabat dengan dunia yang amat jauh dari pola hidup yang sehat, serta keintelektualan yang tinggi. Tidak sedikit dari mereka yang terjerumus dalam hal-hal yang bertentangan dengan norma dan etika. Ketika bersinggungan dengan kerasnya hidup yang harus mereka jalani, seakan menuntun mereka mencicipi sesuatu yang tak selayaknya dirasakan. Mulai dari rokok, minuman keras, obat-obatan terlarang, hingga seks bebas yang dibayang-bayangi akan virus HIV, AIDS yang mematikan. Berbagai tindakan inilah yang akhirnya menjadi lingkaran hitam pengganggu yang harus sesegera mungkin dihilangkan.

Dari satu hal kecil, yakni merokok akan menambah kepermasalahan yang berbelit. Merokok yang dapat mengganggu kesehatan badan karena menyerang saluran pernafasan, ditambah panjang dengan polusi yang mencemari udara. Parahnya polusi dapat mengancam bumi ini. Keberanian mengicip ini seakan menjadi awal yang cukup untuk berlanjut ke hal-hal yang lebih ekstrem yakni mencoba merasakan alkohol sebagai pelampiasan atas kejamnya dunia. Tak cukup dengan itu, narkoba menjadi pelarian selanjutya dengan alasan mencari ketenangan. Kenekatan mengenal narkoba yang akan berdampak pada syaraf mereka sehingga mendorong untuk melakukan seks bebas. HIV/AIDS menjadi puncak dari semua masalah yang ada ketika pergaulan bebas meraja lela.

Faktor penyebab

Banyak hal yang menyebabkan para anak jalanan ini terjerumus ke permaslahan yang menjadi tugas kerja para pemerintah yang berwenang. Beberapa faktor yang mempengaruhi mereka turun kejalanan melawan kejamnya hidup ini antara lain sebagai berikut:

1. Kemiskinan

Kemiskinan merupakan maslah yang sangat pokok dihadapi para anak jalanan. Umumnya permasalahan inilah yang membuat anak terpaksa menengadahkan tangan kepada orang-orang untuk memenuhi kebutuhan hidup agar mampu bertahan hidup.

2.  Tingkat Pendidikan yang rendah/putus sekolah

Hal ini masih erat kaitannya dengan faktor kemiskinan yang membuat mereka tak dapat mengecap pentingnya pendidikan sebagai bekal untuk menjalani hidup di era globalisasi yang sarat dengan teknologi yang tinggi.

3. Kurangnya perhatian orang tua

Minimnya perhatian orang tua terhadap anak mengakibatkan anak merasa kesepian dan sendiri. Sehingga anak memilih hidup bebas dijalanan untuk mencari kesenangan semata.

Solusi

Permasalahan anak jalanan ini harus segera diatasi karena mereka juga memiliki hak untuk hidup lebih layak. Seperti dalam UUD 1945 Pasal 28 ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.” Selain itu untuk menciptakan lingkungan hidup yang bersih, tertib, dan indah di kota Solo. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengatasi masalah ini. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

1. Memberikan sekolah gratis

Dengan diberikannya fasilitas sekolah gratis akan memudahkan para anak untuk mendapatkan pendidikan. Mereka sebagai generasi penerus bangsa, hendaknya diperhatikan dengan baik. Sebab setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan seperti yang tertuang pada UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”.

2. Memberikan Keterampilan

Perlu adanya suatu lembaga yang menaungi mereka dan memberikan bekal keterampilan. Sehingga dapat menghasilkan suatu barang yang bernilai jual. Dengan demikian mereka tak perlu hidup di jalanan untuk memperoleh penghasilan

3. Pemberian Undang-Undang yang tegas

Dengan adanya undang-undang yang mengikat mereka akan berfikir dua kali untuk memutuskan hidup di jalanan. Hal ini akan memberi dorongan pada mereka untuk mencari jalan lain, seperti bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.

4. Kasih sayang dan perhatian orang tua

Kasih sayang dan perhatian orang tua adalah hal yang terpenting sebagai pengendalian sosial. Anak akan merasa aman dan damai saat kasih sayang dan perhatian memeluk mereka.

Tak ada seorang pun yang ingin hidup tersiksa di jalanan. Pemandangan ini tak seharusnya didiamkan saja. Kita tak hanya menutup mata dan tak mau menatap wajah-wajah mereka. Sudah seharusnya mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain kebanyakan. Mereka sebagai penerus angsa hendaknya menjadi perhatian bagi kita dan pihak-pihak yang bersangkutan.

Iklan

Satu pemikiran pada “Kerikil-Kerikil Kecil Yang Terbuang (Potret Buram Anak Jalanan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s